Kontribusi Masyarakat Yang
tidak memauthi protokol kesehatan
terhadap bertambah banyaknya sampah medis
Protokol Kesehatan
Seperti yang kita ketahui, dalam pandemi Covid-19 ini kita harus menerapkan protokol kesehatan sebagai salah satu upaya dalam mengurangi penyebarannya. Protokol kesehatan ini ada banyak yang bisa kita terapkan dengan mudah dan tidak terlalu merepotkan. Tetapi tidak semuanya mematuhi protokol-protokol kesehatan ini, entah karena lupa atau malas. Dengan orang-orang ini, penyebaran virus Covid-19 meningkat sehingga peralatan medis yang digunakan untuk menanganinya juga semakin bertambah. Dengan demikian, sampah medis juga akan bertambah. Berikut adalah contoh yang paling sering terjadi

Tidak mengenakan masker
Dengan tidak mengenakan masker, udara yang kita hirup tidak akan tersaring sehingga kotoran, bakteri, virus, dan lainnya akan mudahterhirup dan masuk ke dalam tubuh kita, termasuk virus Covid-19.
Jarang membersihkan tangan
Tangan adalah bagian tubuh manusia yang sering digunakan untuk melakukan berbagai macam hal, dan menyentuh banyak benda ataupun barang juga. Dengan begitu, tangan menjadi kotor karena partikel-partikel kecil yang disentuh menempel pada tangan. Dari tangan kita, partikel ini yang bisa juga berupa virus yang bisa membahayakan tubuh manusia dapat secara tidak sadar masuk ke dalam tubuh kita.


Menjaga Jarak
Menjaga jarak satu sama lain dan menghindari kerumunan sangat penting untuk diterapkan dalam pandemi Covid-19 karena virus covid tersebut salah satu cara penularannya yang paling sering adalah dari seseorang yang sudah terinfeksi ke orang lainnya.
contoh peristiwa yang terjadi
CItayam Fashion Week

Di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat pada Juli lalu, banyak remaja Indonesia pergi ke tempat ini dengan tujuan mengekspresikan diri mereka dengan menggunakan pakaian/outfit sesuai dengan selera mereka masing-masing. Citayam Fashion Week ini menjadi tren di Indonesia, membuat banyak masyarakat Indonesia terutama anak muda menjadi penasaran dan datang ke Citayam Fashion Week. Meskipun menjadi tempat untuk mengekspresikan diri sendiri, bertemu teman baru, bersosialisasi, dan lainnya, banyak pengunjung Citayam Fashion Week tidak mematuhi protokol kesehatan. Banyak dari mereka yang tidak menggunakan masker, membuang sampah sembarangan juga yang dapat menimbulkan penyakit, dan yang paling buruk adalah tidak berjaga jarak. Saat Citayam Fashion Week ini baru menjadi tren, pengunjungnya sangat banyak sampai berkerumunan dan desak-desakan, bukannya berjaga jarak. Sehingga dengan perilaku mereka yang kurang menaati protokol kesehatan, pengunjung Citayam Fashion Week itu berisiko untuk tertular virus Covid-19.
Masyarakat Yang Tidak Ingin Divaksin Covid-19

Berdasarkan suatu survei Meidan tentang vaksinasi Covid-19, di bulan Agustus tahun 2021, sebanyak 45,7 persen warga Indonesia masih enggan melakukan vaksinasi Covid-19. Tetapi untungnya, di tahun 2022 saat ini persentase tersebut berkurang dan jumlah warga Indonesia yang divaksin bertambah. Seperti yang kita ketahui, kita membutuhkan vaksin Covid-19 untuk meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh kita terhadap virus Covid-19. Pemerintah, banyak tempat/fasilitass umum, dan lainnya sekarang mengharuskan orang-orang atau pengunjungnya untuk divaksin sebelum menggunakan fasilitasnya atau lainnya, seperti saat masuk sekolah tatap muka atau mengunjungi mall. Meskipun demikian, masih ada banyak orang yang tidak ingin divaksin Covid-19 dengan alasan yang berbeda-beda, di Indonesia maupun di luar negeri. Dengan tidak divaksin, hasilnya akan sangat berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Virus Covid-19 yang masuk ke dalam tubuh mereka bisa bermutasi, menyebar ke orang lain, dan hal-hal buruk lainnya.